Home > al-Quran, Fiqh Seerah, Tasawwur Amal Tarbawi > Pra Syarat Kemenangan.

Pra Syarat Kemenangan.

وَمَا جَعَلَهُ اللّهُ إِلاَّ بُشْرَى لَكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ قُلُوبُكُم بِهِ وَمَا النَّصْرُ إِلاَّ مِنْ عِندِ اللّهِ الْعَزِيزِ
الْحَكِيمِ

Al-Imran [3:126]

3:126 (Malay) Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala-bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan) mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Ayat ini merupakan komentar Allah kepada umat Islam selepas peperangan Uhud dan merupakan penegasan semula kepada orang-orang beriman selepas Allah memberi komentar yang sama selepas peperangan Badar sebagaimana yang terdapat di dalam surah al-Anfal..

وَمَا جَعَلَهُ اللّهُ إِلاَّ بُشْرَى وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ وَمَا النَّصْرُ إِلاَّ مِنْ عِندِ اللّهِ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

8:10 (Malay) Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Daripada dua peristiwa besar dalam sejarah umat Islam ini; kemenangan dalam peperangan Badar dan kekalahan dalam peperangan Uhud Allah ingin memberi kefahamaman kepada seluruh umat Islam disepanjang jalan perjuangan mengenai faktur-faktur kemenangan dan pra syaratnya.

Tanpanya Allah tidak akan kurniakan kemenangan untuk pejuang-pejuang Islam.
Kerana bumi ini hanya akan diwariskan kepada hamba-hambanya yang bertakwa.

Dalam peristiwa peperangan Badar, umat Islam tidak memilih untuk berperang sebaliknya hanya keluar untuk menyekat kafilah perdagangan yang dibawa oleh Abu Sufyan tetapi Allah menghendaki sebaliknya. Ketika tidak ada pilihan, ketika tidak ada persediaan sebab fizikal yang cukup umat Islam tidak ada pilihan lain selain menyerah seluruh pengharapan kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Bijaksana. Hati umat Islam seluruhnya pasrah dengan kehendak Allah lalu dengan hati yang bulat, ikhlas, penuh pengharapan kepada Allah mereka berjuang dengan mengharapkan untuk mendapat pahala sebagai syuhada.

Pengutusan para malaikat menyertai mereka hanyalah untuk menenangkan hati orang-orang yang beriman dan kemenangan yang mereka perolehi kerana Allah ingin mengurniakan kepada mereka kemenangan tersebut. Namun kemenangan itu bukan dengan mereka berpeluk tubuh tetapi setelah mereka memberi dan berusaha dengan apa yang mereka miliki beserta penyerahan total kepada Allah subhanahu wa taala.

Peperangan Uhud pula sebaliknya, umat Islam telah mengetahuinya, sudah dilakukan mesyuarat, segala kelengkapan peperangan disiapkan, strategi peperangan disusun, jumlah tentera lebih ramai daripada dalam peperangan Badar dan umat Islam keluar ke medan jihad dengan penuh semangat tetapi Allah tidak inginkan mereka beroleh kemenangan sebagaimana kemenangan dalam peperangan Badar kerana tidak cukup syarat-syarat kemenangan.

Antara syarat-syarat kemenangan yang dipertegaskan oleh Allah dalam surah al-Anfal ialah:

1. Tetap hati dan membanyakkan mengingati Allah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُواْ وَاذْكُرُواْ اللّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلَحُونَ (8:45)

8:45 (Malay) Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.

2. Mentaati Allah dan Rasulnya, tidak wujud sikap berbantah-bantah sesama orang yang beriman dan bersabar.

وَأَطِيعُواْ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (8:46)

8:46 (Malay) Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

3. Tidak memiliki sifat sombong, angkuh, riya’ dan menghalang manusia dari jalan Allah.

وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّذِينَ خَرَجُواْ مِن دِيَارِهِم بَطَرًا وَرِئَاء النَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللّهِ وَاللّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ (8:47)

8:47 (Malay) Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud ria kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan.

4. Ikhlas dan tidak mengharapkan dunia sedikitpun dalam perjuangan.

وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُم بِإِذْنِهِ حَتَّى إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الأَمْرِ وَعَصَيْتُم مِّن بَعْدِ مَا أَرَاكُم مَّا تُحِبُّونَ مِنكُم مَّن يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنكُم مَّن يُرِيدُ الآخِرَةَ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ وَلَقَدْ عَفَا عَنكُمْ وَاللّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ (3:

3:152 (Malay) “Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu; dan sesungguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang-orang yang beriman.”

5. Tiada perasaan `ujub.

لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُم مُّدْبِرِينَ (9:25)

9:25 (Malay) Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai.

Sebagai manusia kita ditaklifkan untuk membuat perancangan dan berusaha mewujudkan sebab-sebab kemenangan dalam diri para pejuang sebagaimana yang diajarkan oleh Allah kepada kita seterusnya kita perlu serahkan kepada Allah dan mengharapkan Allah mengurniakan kepada kita kemenangan di dunia atau kita mendapat ganjaran keampunannya di negeri akhirat.

Tidak ada jalan pintas untuk melahirkan pra syarat kemenangan dalam anggota jamaah Islam yang berjuang melainkan melalui pentarbiyahan yang tersusun, berobjektif dan berterusan.

  1. July 6, 2010 at 8:09 am

    Jzk atas tulisan ustadz. semoga Islam kembali peroleh kemenangan

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: