Home > Rohaniyat > Mencintai Allah

Mencintai Allah

Mencintai Allah merupakan kemuncak pengabdian seseorang hamba. ketaatan berasaskan cinta itulah ketaatan yang sebenar, perhambaan yang tulus, jernih dan nikmat. Allah menyatkan dlam al-Quaran

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”

Cinta tidak mungkin hadir sebelum seseorang mengenal Allah yang maha Pencipta, Pemilik dan yang berhak dikasihi oleh semua makhluk.

Allah memperkenalkan dirinya sebagai Rab, Malik dan Ilah.

Dalam surah al-Fatihah Allah memperkenalkan dirinya seagai Rabbil `alamin, tuhan semesta alam, Al-Rahman dan al-Rahim dan Maliki yaumiddin ( Raja Penguasa pada hari akhirat)

Dalam surah yang pertama diturunkan Allah memperkenalkan dirinya Sebagai Rab yang menciptakan manusia. Allah juga menceritakan sistem yang ditentukan dalam proses kelahiran manusia ialah melalui persenyawaan benih seterusnya berubah menjadi seketul darah.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (96:1)

خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ (96:2)

Aspek pertama dalam mengenali Allah ialah aspek Allah sebagai Rab atau Rububiyyah Allah. Keimanan dan keyakinan terhadap Tauhid Rububiyyah ini merupakan asas kecintaan kepada Allah SWT.  Allah sentiasa memahatkan erti RububiyyahNya kedalam pemikiran dan hati manusia dalam al-Quran.

Allah menceritakan bahawa dialah Rab yang Mencipta manusia dan alam ini. Alam semesta ini juga diciptakan lengkap dengan sistem-sistemnya yang telah ditakdirkan sejak sebelum alam ini diciptakan lagi. Allah juga yang mengawal dan mentadbir perjalanan sistem-sistem yang wujud di Alam ini. Sistem gugusan bintang dan matahari yang berlegar pada orbitnya, sistem suria, sistem kehidupan di muka bumi dan juga sistem-sistem yang terdapat di dalam diri manusia.

 

سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ (36:36)

 Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

 

 وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

(36:38)

وَالْقَمَرَ ْقَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ

(36:39) dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.”

 Semua sistem ciptaan Allah ini tidak sedikitpun bercanggah antara satu sama lain, malah semua makhluk ciptaan Allah saling melengkapi, tersusun, teratur dan damai.

   الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا مَّا تَرَى فِي خَلْقِ الرَّحْمَنِ مِن تَفَاوُتٍ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَى مِن فُطُورٍ

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” Al-Mulk [67:3] 

Allah yang Maha Pemurah, bukan sahaja menciptakan manusia dan alam ini dengan sempurna, menciptakan sistem yang tersusun dan teratur malah telah mendorang manusia memahami dan mengetahui bagaimana untuk memanfaatkan semua sistem-sistem ini, sama ada melalui fitrah kejadiaannya atau melalui wahyu yang dibawa oleh al-Rasul, s.a.w.

الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى (87:2)

“yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya)”,

وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى (87:3)

“dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk,”

Kadar atau takdir adalah sistem yang telah ditetapkan oleh Allah untuk Alam ini.

Segala yang diperlukan oleh manusia untuk hidup didunia ini sudah tersedia, dan manusia boleh memperolehinya dengan mudah. Udara untuk bernafas, cahaya untuk menerangi kehidupan dunia, malam untuk berehat, air, tumbuh-tumbuhan, haiwan ternakan, ikan dilautan…. segala-galanya adalah nikmat kurniaan Allah Rabbul `alamin untuk manusia.

Kenapa manusia tidak berfikir, kenapa manusia tidak merenung kenapa manusia tidak mempedulikan semuanyai ini sedangkan Allah meminta mereka mensyukurinya dengan melaksanakan pengabdian dengan penuh keikhlasan..

About these ads
Categories: Rohaniyat
  1. rizal
    October 2, 2007 at 7:42 am | #1

    asalamualaikum ustaz,
    very well said. penjelasan yang membuat saya berfikir2. benda baru bagi saya adalah konsep mulkiah. sangat jarang2 dikupas namun penjelasan yang mudah

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,736 other followers

%d bloggers like this: